Showing posts with label Rubrik Pause. Show all posts
Showing posts with label Rubrik Pause. Show all posts

Monday, 9 November 2009

Espektasi Negatif dan Kenakalan Remaja

kartun-preman1Remaja cenderung berperilaku buruk jika orang tuanya berpikir mereka akan demikian. "Espektasi Negatif, baik dari orangtua maupun sang anak, memprediksi prilaku negatif dimasa mendatang," kata peneliti Christy Buchanan, Profesor Psikologi di Universitas Wake Forest, Amerika Serikat.

Kesimpulan itu ia peroleh setelah ia meneliti lebih dari 250 pelajar kelas 6 dan 7 serta orang tua mereka. mereka di survei di awal studi dan satu tahun setelahnya. hasilnya tingkat prilaku berisiko lebih tinggi tampak di kalangan anak yang ibunya memperkirakan anak tersebut akan lebih bandel dan melawan orang tua. "Terkadang orang tua memperkirakan anak-anak mereka lebih berprilaku negatif daripada yang seharusnya berdasarkan sejarah prilaku anak," jelasnya.

Orang tua, Sebaiknya tidak bersikap naif atas kemungkinan prilaku buruk anak-anak mereka. Namun, berasumsi anak-anak yang baik otomatis akan berubah menjadi pemberontak di usia 13 tahun juga suatu kekeliruan.
Media Indonesia edisi senin, 9 November 2009, No. 10500/Thn XL

Saturday, 7 November 2009

Makan Cepat Bikin Gemuk

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa makan cepat akan mengekang kelenturan turai usus hormon secara cepat sehingga membuat gemuk. Cara itu membuat porsi makan berlebih.

penelitian Laiko General Hospital di Athena, Yunani, itu melibatkan 17 pria dewasa. Seluruh partisipan memakan 300 mililiter es krim dalam dua sesi yang berbeda. peserta membutuhkan waktu 5 menit dan 30 menit untuk menghabiskan es krim tersebut.

Peserta yang lambat memakan eskrim memiliki hormon yang beraksi di otak ke sinyal kepuasan. Karena itu, ia merasa cepat kenyang dan tidak menambah porsi makan. "Berbeda dengan peserta yang memakan eskrim dengan cepat. Mereka makan dengan lambat sehingga merasa puas dan makin menambah porsi makan," ungkap ketua tim penelitian Dr. Alexander Kokkinos.

Friday, 6 November 2009

Menikah dan Punya Anak Kunci Kebahagiaan

Apakah Anda ingin bahagia? Menikah dan mempunyai anak dapat membantu Anda memujudkanya. sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Happiness Studies edisi daring 14 Oktober silam menyimpulkan memiliki anak dapat meningkatkan kebahagiaan seseorang. Namun, itu tidak berlaku pada pasangan tanpa ikatan pernikahaan.

penelitian itu menyebutkan bahwa mempunyai anak tidak berpengaruh sama sekali terhadap kebahagiaan pasangan yang tidak menikah. temuan ini berlawanan dengan studi-studi terdahulu bahwa memiliki keturunan tidak membuat kita lebih bahagia dan memicu ketikapuasaan dalam hidup.

Namun, Studi anyar ini mencatat para orang tua memandang anak merupakan salah satu atau bahkan merpakan terpenting dalam hidup mereka.

Penelitian ini menemukan level kepuasan hidup pasangan yang menikah (terutama kaum hawa) meningkat seiring dengan semakin banyak anak yang mereka miliki. Adapun orang lajang, berpisah dan hidup bersama, menujukan hal sebaliknya.

Wednesday, 4 November 2009

Televisi Membuat Balita Agresif

Semakin sering balita Anda menonton televisi akan membuatnya semakin Agrasif. Hal ini terungkap dari penelitian yang di lakukan di Amerika Serikat. "Orangtua harus membatasi waktu anak menonton televisi serta memilih tontonan yang layak." ujar pemimpin penelitian tersebut Jennifer Manganello dari State University Of New York.

Penelitian ini di lakukan terhadap 3.128 perempuan dari 20 Negara bagian Amerika Serikat yang memiliki balita pada 1998 hingga 2000. Duapertiga dari perempuan tersebut mengaku membiarkan balita mereka menonton televisi lebih dari 2 jam perhari. Selain itu, televisi di rumah para perempuan itu rata-rata menyala selama 5 jam perhari.

Hasilnya, balita yang dibiarkan menonton televisi lebih dari dua jam perhari menunjukna prilaku agresif seperti suka memukul, melawan perintah dan kerap berteriak.

Menurut Manganello, hal itu terjadi karena menonton televisi membuat balita kehilangan waktu untuk melakukan prilaku yang membuat mereka berkembang secara emosi seperti membaca dan bermain.

Saai ini, The American Academy of Pediatrics telah melakukan rekomendasi agar anak-anak berusia dibawah dua tahun tidak diizinkan menonton televisi, sementara anak-anak yang lebih tua hanya dua jam.

Tuesday, 3 November 2009

Berpikir Negatif Tingkatkan Daya Ingat

Berpikir Negatif ternyata tidak selamanya buruk. Berdasarkan penelitian yang dilakukan penelitian asal Australia, diketahui berfikir negatif itu membuat orang lebih waspada, meningkatkan kemampuan menilai orang lain, serta meningkatkan daya ingat.

penelitian yang di peimpin oleh Joseph Forgas dari University Of New South Wales memenukan bahwa orang yang berpikir negatif akan bertindak lebih keritis dan akan lebih memperhatikan  sekitarnya ketimbang mereka yang sedang bahagia yang umumnya percaya apapun yang dikatakan orang lain.

"Saat berfikir positif memicu kreativitas dan fleksibilitas, pikiran negatif memicu cara berfikir yang lebih penuh pertimbangan dan lebih awas terhadap lingkungan sekitar." tulis forgas dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The Australian Science.

Untuk penelitian itu, Forgas memicu perasaan senang dan sedih respodennya melalui film. Para responden kemudian diminta menilai pernyataan serta rumor. hasilnya, mereka yang tengah sedih lebih sulit dibohongi ketimbang mereka yang senang.

Monday, 2 November 2009

Kakao dan Kesehatan jantung

Kakao yang terkandung dalam cokelat dapat membantu kesehatan jantung. Itulah temuan studi terhadap 24 partisipan pria dan perempuan di spanyol.

partisipan dibagi menjadi dua kelompok dan diminta menjalani diet khusus termasuk susu skim yang dicampur 40gr bubuk kakao tanpa pemanis atau hanya susu skim.

Setelah satu bulan, mereka yang meminum susu plus bubuk kakao ternyata mempunyai tingkat penanda peradangan yang dikaitkan dengan penyakit jantung, lebih sedikit bila dibandingkan dengan yang meminum susu skim biasa.